TENGGARONG – Menjelang pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada September 2025 mendatang, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kutai Kartanegara mulai memanaskan mesin tempur. Sebanyak 43 pesilat dari berbagai perguruan unjuk kemampuan dalam seleksi yang digelar di Gedung Beladiri Stadion Rondong Demang Tenggarong, Sabtu (5/7/2025).
Seleksi ini menjadi gerbang awal bagi para pesilat Kukar untuk berlaga di Pra Porprov Kaltim yang akan digelar di Balikpapan, 43 Atlet ini adalah hasil dari Seleksi yang digelar IPSI Kukar pada tahap pertama melalui Kejuaraan IPSI Kukar Cup 2024 yang diikuti oleh ratusan atlet, dari hasil itu IPSI Kukar juga telah melaksanakan TC Mandiri yang dipusatkan pada 4 Titik Latihan yaitu Kecamatan Tenggarong untuk wilayah tengah, Samboja untuk wilayah pesisir, Muara Muntai untuk wilayah ulu dan SKOI Kaltim. Sekretaris Umum IPSI Kukar, Mahmudin, menjelaskan bahwa dari total peserta, hanya 28 atlet terbaik yang akan dipilih dan dibagi ke dalam dua tim utama.
Bukan tanpa alasan pembetukan dua tim utama tersebut “Jadi semisal atlet tim 1 berhalangan, tidak disiplin, atau melanggar ketentuan, nanti kita ganti ke tim 2,” ungkap Mahmudin saat ditemui di lokasi seleksi.
Lebih lanjut, Mahmudin menyebutkan bahwa dari Hasil RAKERPROV IPSI Kaltim yang digelar Juni lalu disepakati bahwa para peraih juara 1, 2, dan 3 dari ajang PRA PORPROV KALTIM di Balikapapan, nantinya akan lolos untuk mewakili daerahnya masing-masing di PORPROV VII KALTIM yang akan digelar di Kabupaten Paser pada 2026 mendatang.
“Kami berharap atlet Kukar bisa lolos 100%, karena cukup berat tugas tim kita nanti harus meningkatkan jumlah medali dan mempertahankan gelar juara umum cabang olahraga pencak silat yang diraih dalam PORPROV VI 2022 di Berau” tegasnya.
Dalam seleksi kali ini, nomor tanding yang dipertandingkan tetap mengacu pada Pekan Olahraga Nasional (PON), yakni kategori fighter putra dari kelas A hingga J, fighter putri dari kelas A hingga F, serta nomor seni yang meliputi seni tunggal, ganda, regu dan solo kreatif.
Penentuan atlet yang lolos dilakukan dengan selektif. Penilaian tak hanya berdasarkan performa teknis di arena, tetapi juga mencakup aspek kedispiplinan dalam latihan, mental dan fisik.
“Penilaian dilakukan oleh tim juri dan pelatih. Mental bertanding dan kondisi fisik sangat menentukan karena kami butuh atlet yang siap tempur secara total,” terang Mahmudin.
Optimisme IPSI Kukar untuk meraih hasil maksimal tak datang tanpa alasan. Mahmudin menyebut bahwa sejumlah atlet andalan mereka telah memiliki rekam jejak mentereng di kancah nasional bahkan internasional, keyakinan itu ditambah pula dengan support yang luar biasa dari Ketua Umum IPSI Kutai Kartanegara Siswo Cahyono.
“Alhamdulillah, kita punya atlet yang juara di kompetisi nasional, bahkan ada yang pernah meraih gelar juara dunia di Abu Dhabi. Ini membuat kami semakin percaya diri untuk menghadapi PRA PORPROV nanti,” tutupnya. (*nina)







